Monday, September 11, 2017

CRITICAL JOURNAL REPORT "Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Dengan Pendekatan Multikultural Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi"

Pendidikan Kewarganegaraan


CRITICAL JOURNAL REPORT
“Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Dengan Pendekatan Multikultural Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi




RAHMAT RAHMADAN SAHPUTRA
 4153141046
BIOLOGI DIK D 2015



PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2017





PENGANTAR

Wacana pendidikan karakter pada akhir-akhir ini memperoleh perhatian yang cukup intens dari pemerhati pendidikan maupun pemerintah (Soesetijo, 2010). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025 (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), menegaskan bahwa pembangunan karakter bangsa dikonsentrasikan pada terwujudnya karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi ipteks.
Pendekatan multikultural (multicultural approach) diangkat dari munculnya gagasan perlunya pendidikan multi kultural (multicultural education) bagi kehidupan manusia dan keragaman bangsa di dunia. diidentifikasi oleh J.A. Banks (1993) yaitu: (1) untuk memfungsikan peranan sekolah dalam memandang keberadaan siswa yang beraneka ragam; (2) untuk membantu semua peserta didik dalam membangun perlakuan yang positip terhadap perbedaan kultural, ras, etnik, kelompok keagamaan; (3) memberikan ketahanan peserta didik dengan cara mengajar mereka dalam mengambil keputusan dan ketrampilan sosialnya; (4) untuk membantu peserta didik dalam membangun sikap ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran kepada mereka mengenai perspektif perbedaan kelompok.
Pilihan materi perkuliahan yang relevan dengan upaya membangun wawasan kebangsaan mahasiswa, hendaknya mengandung berbagai aspek ragam budaya bangsa, yang dikemas dengan pendekatan multi kultural. Dalam kaitan itu, Wiriaatmadja (1996), menganjurkan beberapa strategi yang perlu digunakan oleh guru menerapkan pendekatan multikultural : (1) guru sebaiknya menggunakan metode mengajar yang efektif, dengan mengingat referensi budaya beragam di kelas; (2) guru perlu mengamati dan menyimak keadaan kelasnya, sebelum mengambil keputusan tentang kelas dengan orientasi budaya beragam; (3) diskusi yang relevan dengan pesan-pesan multikultural, juga perlu pengarahan dan bimbingan guru dengan menunjukkan bagaimana penyelenggaraannya agar tidak berkembang menjadi konflik.
ABSTRAK JURNAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan karakter menggunakan pendekatan multikultural untuk Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil model pembelajaran adalah modul dan gambar dalam bentuk video pembelajaran. Model prototipe pembelajaran mengacu pada kompetensi diri yang dimiliki oleh mahasiswa, kompetensi dosen dalam pendekatan multikultural, latar belakang budaya mahasiswa, dan karakteristik materi pembelajaran yang bernuansa materi multikultural. Strategi yang dapat digunakan diantaranya:strategi dan aktivitas belajar yang dikombinasikan dengan strategi konsep, strategi analisis nilai, dan strategi analisis sosial. Pembelajaran dapat menggunakan lima langkah utama, yaitu analisis isi, analisis latar belakang budaya, peta materi, pengorganisasian materi, dan format pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Implementasi model pendidikan karakter dengan pendekatan multikultural dapat dilakukan melalui beberapa fase, yaitu: studi eksplorasi, presentasi, analsis teman sejawat, pendapat ahli, refleksi dan rekomendasi.













REVIEW JURNAL
A.    Pendahuluan jurnal
Bangsa Indonesia dewasa ini tengah mengalami semacam split personality (Jalaludin, 2012). Wacana pendidikan karakter pada akhir-akhir ini memperoleh perhatian yang cukup intens dari pemerhati pendidikan maupun pemerintah (Soesetijo, 2010).   
Pembangunan karakter bangsa akan mengerucut pada tiga tataran besar, yaitu (1) untuk menumbuhkan dan memperkuat jati diri bangsa, (2) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan (3) untuk membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan bangsa yang bermartabat (Kebijakan Pembangunan Karakter 2005-2025). Secara demikian pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak. Bidang-bidang garapan pendidikan karakter yang mengarah pada perilaku berkarakter terfokus pada kemampuan olah pikir, olah hati, olah raga dan olah rasa/karsa.  (4) untuk membantu peserta didik dalam membangun sikap ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran kepada mereka mengenai perspektif perbedaan kelompok.
Beberapa topik perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan yang relevan dengan pendekatan multi kultural antara lain adalah: (1) Terbentuknya Identitas Kebangsaan Indonesia; (2) Identitas dan integritas kebangsaan Indonesia di Era Global; (3) Sikap yang diperlukan dalam mengembangkan martabat dan harga diri sebagai bangsa Indonesia; (4) Pluralis-multikultural dalam masyarakat Indonesia; (5) eksistensi  SARA dalam masyarakat pluralitas-multikultural; (6) Masyarakat pluralis-multikultural  dan integrasi nasional; (7) Cara pandang lokal dalam konteks wawasan nasional; (8) Budaya Indonesia dalam perspektif global, dan topik-topik lainnya.
B.     Tujuan jurnal
Tujuannya ialah untuk mengembangkan model pendidikan karakter Indonesia dengan orientasi yang jelas sehingga terwujudnya karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi ipteks dengan menggunakan pendekatan multikultural untuk Pendidikan Kewarganegaraan.
C.    Masalah yang ingin diangkat
Bangsa Indonesia dewasa ini tengah mengalami semacam split personality (Jalaludin, 2012). Pendekatan multikultural (multicultural approach) diangkat dari munculnya gagasan perlunya pendidikan multi kultural (multicultural education) bagi kehidupan manusia dan keragaman bangsa di dunia. Keanekaragaman manusia, telah melahirkan gagasan mengenai pendidikan multi kultural. Konsep pendidikan multi kultural adalah suatu sikap dalam memandang keunikan manusia dalam interaksi sosial dengan tanpa membedakan ras, kultur, kebiasaan seks, kondisi jasmaniah, atau status ekonomi seseorang.   
D.    Metode penelitian
Pengembangan ini dilaksanakan dalam waktu tiga tahun dengan menggunakan desain pengembangan pengembangan (research and development) sebagaimana disarankan oleh Borg & Gall (1982). Pada penelitian tahun pertama (2013), dilakukan tiga tahap, yaitu tahap eksplorasi, tahap perumusan prototype model dan penyusunan desain pembelajaran, dan tahap penyusunan draft modul pembelajaran. Pada tahun kedua (2014),penelitian dirancang untuk menguji coba model pembelajaran pendidikan karakter dalam PKn dengan pendekatan multikultural di perguruan tinggi yang telah dihasilkan pada tahun pertama. Uji coba dilakukan dengan 3 (tiga) tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap refleksi, dan tahap perbaikan model.  Pada penelitian tahun ketiga (2015) dilakukan dalam dua tahap, yaitu: tahap  perbaikan desain dan draft modul pembelajaran,  dan tahap diseminasi atau penyebarluasan model ke beberapa perguruan tinggi. Perbaikan desain dan modul pembelajaran dilakukan berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan pada tahun kedua.
Penelitian ini dilakukan di beberapa perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur, yaitu di: (1) Universitas Negeri Malang di Malang; (2) Institut Agama Islam Sunan Ampel Surabaya; (3) Universitas Negeri Jember, di Jember; (4) Universitas Darul Ulum, Jombang; (5) Universitas Nusantara PGRI Kediri di Kediri; (6) Universitas Merdeka Pasuruan di Pasuruan; (7) IKIP PGRI Madiun di Madiun.
Sumber data penelitian adalah: (1) dosen pembina matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan di beberapa perguruan tinggi lokasi penelitian; dan (2) mahasiswa dari perguruan tinggi lokasi panelitian yang; (a) sedang mengikuti matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan; (3) sudah lulus matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah: (1) wawancara terbimbing untuk tahap eksplorasi daya dukung perguruan tinggi; (2) curah pendapat dan diskusi untuk perumusan prototype dan penyusuan desain pembelajaran; (3) observasi (pengamatan) dan angket untuk uji coba model. Sedang analisis data dilakukan secara kualitatif-induktif

E.   Hasil
Daya dukung perguruan tinggi menyangkut penyajikan matakuliah pkn, kurikulum dan perangkat pembelajaran, tenaga dosen, dan perangkat pembelajaran. ketersediaan daya dukung di semua perguruan tinggi lokasi penelitian cukup baik. Jumlah dosen PKn yang cukup dengan kualifikasi yang baik dan ketersediaan deskripsi/silabus/RPS merupakan daya dukung utama untuk mengembangkan model pembelajaran pendidikan karakter. Ketersediaan bahan ajar dan sarana teknologi informasi yang cukup baik akan memudahkan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Begitu pula kebiasaan mahasiswa menggali sendiri informasi atau materi.
Persepsi dan Saran tentang Perkuliahan PKn Hasil penggalian gagasan dan pemikiran dari para dosen PKn dan mahasiswa yang sudah dan sedang mengikuti perkuliahan PKn di semua perguruan tinggi lokasi melalui Fokus Grup Diskusi (FGD). mahasiswa menyatakan cukup senang mengikuti matakuliah PKn. Melalui kuliah PKn mereka dapat memahami masalah-masalah kebangsaan, kenegaraan dan kemasyarakatan secara lebih mendalam. Materinya sangat bermanfaat untuk pembentrukan karakter. Kalau dulu pada waktu di SMA mereka hanya mendapatkan materi pelajaran PKn secara normatif dan teoritik yang disampaikan oleh guru melalui ceramah yang monoton, pada saat mengikuti kkuliah PKn di perguruan tinggi sangat berbeda. Dalam pandangan para dosen PKn, selama ini mahasiswa cukup aktif dan serius dalam mengikuti perkuliahan PKn. Mahasiswa cukup antusias untuk mendiskusikan masalah-masalah aktual yang berkembang dalam masyarakat. Bahkan banyak pemikiran-pemikiran dan gagasan mereka yang cukup brilliant. Biasanya mereka menyampaikan pendapat dan pemikiran secara lugas dan apa adanya. Dalam perkuliahan PKn, sebagian besar dosen selalu mengaitkan materi kuliah dengan masalah-masalah yang hangat, kasus-kasus baru, dan isu-isu kontroversial.
Prototipe Model Pembelajaran Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembelajaran kerakter dengan pendekatan multikultural. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan multikultral di antaranya adalah kompetensi matakuliah yang harus dimiliki oleh mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan, yang meliputi kompetensi kognitif atau pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap, etika atau karakter (attitude, ethic atau disposition). Beberapa strategi yang dapat dipilih dan digunakan dalam mengembangkan pembelajaraan dengan pendekatan multikultural, antara lain: strategi kegiatan belajar bersama-sama (Cooperative Learning), yang dipadukan dengan strategi pencapaian konsep (Concept Attainment) dan strategi analisis nilai (Value Analysis); strategi analisis sosial (Social Investigation). Penyusunan rancangan pembelajaran PKn dengan pendekatan multikultural dapat dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu: (1) analisis isi (content analysis); (2) analisis latar kultural (setting analysis); (3) pemetaan materi (maping contents); (4) pengorganisasian materi (contents organizing) pembelajaran PKn. Selain itu, pengorganisasian materi pembelajaran perlu memperhatikan beberapa dimensi yang mampu menggambarkan karakteristik kerja multikultural, antara lain dimensi isi/materi (content integration), dimensi konstruksi pengetahuan (konwledge construction), dimensi pengurangan prasangka (prejudice reduction); dimensi pendidikan yang sama/adil (eguitable pedagogy), dan dimensi pemberdayaan budaya sekolah dan struktur sosial (empawering school culture and social structure).












KESIMPULAN DAN SARAN

Secara umum respon mahasiswa terhadap model pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat dikategorikan sangat baik. Dari 10 (sepuluh) aspek yang dinilai, ada 7 (tujuh) aspek yang mendapatkan penilaian sangat baik, dan 3 (tiga) aspek yang mendapatkan penilaian baik. Tidak ada aspek yang dinilai kurang atau tidak baik. Dengan demikian maka menurut penilaian mahasiswa model pembelajaran yang dikembangkan sangat baik dan sangat layak untuk dijadikan sebagai model pendidikan karakter dalam pembelajaran PKn.
Sedangkan berdasarkaan dari prototipe model pembelajaran pendidikan karakter dengan pendekatan multikultural dalam PKn perlu dikembangkan dengan memperhatikan kompetensi matakuliah yang harus dimiliki oleh mahasiswa, kompetensi dosen dalam menerapkan pendekatan multicultural, latar kultural mahasiswa, dan karakteristik materi pembelajaran yang bernuansa multikultural.















IMPLIKASI
Jurnal merupakan laporan hasil penelitian yang dapat memberikan dampak yang bagus bagi suatu bangsa khususnya Indonesia karna memiliki masyarakat yang berkepribadian kritisi akan perkembangan ilmu dan potensi lingkungan yang ada. Contohnya pada jurnal ini memberikan dampak yang bagus terhadap mahasiswa dan peneliti Indonesia lainya sebagai bahan referensi sehingga penduduk Indonesia tergerak untuk meneliti potensi  yang ada dan berpengaruh dalam pembangunnan kualitas bangsa Indonesia.
Pada jurnal ini yang membahas tentang Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Dengan Pendekatan Multikultural Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi dapat kita manfaatkan sebagai bahan pertimbangan bahwa pada dasarnya indonesia yang memiliki beragam suku , adat dan budaya bangsa yang merupakan kebehinekaan suatu pancasila dapatlah diterapkan model pembelajaran dengan pendekatan Multikultural hal ini bertujuan (1) untuk memfungsikan peranan sekolah dalam memandang keberadaan siswa yang beranekaragam; (2) untuk membantu semua peserta didik dalam membangun perlakuan yang positip terhadap perbedaan kultural, ras, etnik, kelompok keagamaan; (3) memberikan ketahanan peserta didik dengan cara mengajar mereka dalam mengambil keputusan dan ketrampilan sosialnya; (4) untuk membantu peserta didik dalam membangun sikap ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran kepada mereka mengenai perspektif perbedaan kelompok.









KEPUSTAKAAN
Al Atok ,dkk  . 2015 . Model Pembelajaran Pendidikan Karakter dengan Pendekatan Multikultural dalam PKn di Perguruan Tinggi . Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Th. 28, Nomor 1.
Jalaludin, 2012. Membangun SDM Bangsa Melalui Pendidikan Karakter. Jurnal Penelitian Pendidikan. UPI. Vol 13 (2):134-149.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005-2025


1 comment:

  1. min, numpang promo ya. Mau baca cerpen-cerpen yang keren dan gak biasa? kuy masuk!!! https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7935744172159644215#editor/target=post;postID=7343127456183687189;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=2;src=postname

    ReplyDelete